Tanpa Guru, Siapalah Kita Planet Mahir May 16, 2020 11:16 am Oleh Ayob Mamat, Penulis Residen SETIAP kali datangnya 16 Mei saban tahun, boleh dikatakan semua di kalangan kita akan meraikan sambutan Hari Guru - satu hari yang penuh makna dan sarat dengan nostalgia dalam kehidupan setiap orang.
Ungkapan "Siapa yang tidak punya guru, gurunya adalah setan" adalah salah satu nasehat dari sekian banyak nasehat ulama yang menunjukkan tentang pentingnya mengambil ilmu dari jalan berguru kepada ahlinya. Karena itu bisa menghindarkan dari kesalahpahaman, menjaga sanad keilmuan dan untuk mendapatkan keberkahan dari ilmu yang dipelajari.
251 Belajar Agama Melalui Internet, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan! BincangSyariah.Com- Saat ini banyak orang yang belajar agama melalui internet, terlebih di era disrupsi media. Kemajuan teknologi, didukung oleh internet, semua orang bisa mengakses apa saja, termasuk informasi mengenai agama.
Memang benar, di dalam awal menuntut ilmu seseorang tidak bisa langsung membaca dan memahami kitab secara langsung, namun ia harus memperkuat dasar dan pondasi banyak disiplin ilmu dari seorang ulama atau guru.
Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu (yang mengamalkan ilmunya) dibandingkan ahli ibadah (yang beramal tanpa ilmu) bagaikan keutamaan rembulan dimalam hari (saat bulan purnama) dibandingkan seluruh bintang.
Jawaban (Kiai Muhammad Hamdi): Ilmu merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, karena ilmu adalah makanan bagi jiwa (ruh), sebagaimana nasi dan sayur-sayuran adalah makanan bagi raga (fisik). Kekurangan asupan ilmu menjadikan jiwa lemah dan kurang berkembang, layaknya raga yang kekurangan asupan gizi dari makanan. Rasulullah ﷺ bersabda:
.
belajar ilmu tanpa guru bagaikan